Fri, 01/09/2015 - 16:04
Jakarta, Kemendikbud
--- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyambut baik
kunjungan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam rangka
penyampaian kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di bidang
pendidikan. Kunjungan anggota Komnas HAM yang diwakili oleh Hafid Abbas
dan jajarannya ini diterima langsung oleh Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, beserta jajarannya di kantor
Kemendikbud, Jakarta, Jumat (9/1/2015).
Hafid mengatakan, tahun 2014 Komnas HAM telah
menerima 7.500 pengaduan dari masyarakat termasuk di dalamnya
masalah-masalah yang terkait dengan pendidikan. Hal ini, kata dia,
mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya yang
berjumlah 6.000 pengaduan. “Temuan kami di lapangan salah satunya adalah
tentang kekerasan yang terjadi di sekolah-sekolah,” katanya.
Mendikbud Anies menanggapi, memang sudah terjadi
perubahan besar di masyarakat bahwa pemerintah sudah harus melihat
posisinya untuk melayani. Pengaduan itu, kata dia, sebetulnya masyarakat
sedang mengalami peningkatan kesadaran sekaligus kepercayaan terhadap
pemerintah. “Kalau masyarakat tidak sadar dan percaya maka tidak akan
mengadu. Aspek tingkat kepercayaan ini harus dirawat,” tuturnya.
Mendikbud Anies mengungkapkan, berdasarkan
pengamatan pada pemberitaan media sejak Oktober 2014 masalah kekerasan
di sekolah memang luar biasa besar. Hal ini, kata dia, bisa dikarenakan
jumlah kejadiannya yang meningkat atau exposure media yang
meningkat. “Apapun itu, ini adalah salah satu masalah di dunia
pendidikan. Kita melihat kekerasan yang terjadi di sekolah ini sebagai
anak didik yang memerlukan arahan,” ujarnya.
Mendikbud Anies mengatakan akan memperkuat kepala
sekolah dan bimbingan sekolah di setiap sekolah. Apabila kepala
sekolahnya baik, kata dia, seharusnya dapat mendeteksi potensi masalah
yang muncul di sekolahnya termasuk masalah kekerasan seperti tawuran dan
sebagainya. “Secara umum kita akan melakukan peningkatan pengelolaan
sekolah dan alternatif-alternatif kegiatan untuk anak didik agar menjadi
semakin menarik,” kata mantan rektor Universitas Paramadina itu. (Agi Bahari)


Posting Komentar